Tampilkan postingan dengan label Kawula Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kawula Muda. Tampilkan semua postingan
Jumat
Sabtu
Disaat Aku Tua
Disaat aku tua, bukan lagi diriku yang dulu
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku
Disaat aku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, disaat aku tidak bisa mengikat tali sepatuku
Ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya
Disaat aku dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah kuceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi
Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku
Janganlah menyalahkanku. Ingatkah di masa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern
Janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan di saat itu.
Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku. Bagaikan di masa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan
Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia
Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih. Maklumilah diriku, dukunglah aku, seperti aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
Dulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku. Berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu, aku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Didalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku
Disaat aku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, disaat aku tidak bisa mengikat tali sepatuku
Ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya
Disaat aku dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah kuceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi
Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku
Janganlah menyalahkanku. Ingatkah di masa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern
Janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan di saat itu.
Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku. Bagaikan di masa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan
Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia
Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih. Maklumilah diriku, dukunglah aku, seperti aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
Dulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku. Berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu, aku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Didalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.
Ucapan Bahagia versi Iblis
---Berbahagialah orang yang terlalu capek karena kesibukan mereka, sehingga mereka tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Mereka adalah anak-anakku yang mengerti kerinduan hatiku yang terdalam.
---Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang mereka perbuat. Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.
---Berbahagialah orang yang memelihara hati yang terlalu sensitif. Dengan sedikit "sentilan" saja mereka tersinggung. Mereka akan kurang bersemangat di dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan. Mereka ini adalah fansku yang setia.
---Berbahagialah mereka para pembuat masalah. Mereka akan disebut anak-anakku.
---Berbahagialah orang yang selalu mengeluh. Aku senang karena benih sungut-sungut yang kutabur bertumbuh subur di hati dan lidah mereka.
---Berbahagialah mereka yang egois, suka mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain. Mereka adalah pengikut-pengikutku yang setia.
---Berbahagialah mereka yang suka menggosip, karena mereka akan menimbulkan perpecahan dan pertengkaran. Ini sungguh sangat menyenangkan hatiku.
---Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi membenci saudara-saudaranya. Mereka akan hidup bersamaku selamanya sampai ke kekekalan.
---Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, penganiayaan dengan penganiayaan dan kebencian dengan kebencian. Mereka akan mendapat upah yang sama denganku di kegelapan.
---Berbahagialah orang yang membaca tulisan ini dan merasa isinya pas untuk orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Dia ada dalam tanganku.
" Ucapan Bahagia versi Iblis" ini mengingatkan saya untuk lebih berjaga-jaga, karena saat ini
kita memang hidup di hari-hari yang jahat, dimana Iblis bekerja luar biasa giatnya.
Keputusan untuk masuk ke dalam kelompok orang yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus atau versi Iblis ada di tangan kita! Jika ingin menjadi orang yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus, kita harus hidup dalam ketaatan dan berjaga-jaga seperti halnya kelima orang gadis yang bijaksana (MAT 25:1-13). Jagalah pelita hati kita agar tetap menyala. Isilah minyaknya setiap hari dengan berdoa dan merenungkan firmanNya.
source . bundapenolongabadi
---Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang mereka perbuat. Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.
---Berbahagialah orang yang memelihara hati yang terlalu sensitif. Dengan sedikit "sentilan" saja mereka tersinggung. Mereka akan kurang bersemangat di dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan. Mereka ini adalah fansku yang setia.
---Berbahagialah mereka para pembuat masalah. Mereka akan disebut anak-anakku.
---Berbahagialah orang yang selalu mengeluh. Aku senang karena benih sungut-sungut yang kutabur bertumbuh subur di hati dan lidah mereka.
---Berbahagialah mereka yang egois, suka mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain. Mereka adalah pengikut-pengikutku yang setia.
---Berbahagialah mereka yang suka menggosip, karena mereka akan menimbulkan perpecahan dan pertengkaran. Ini sungguh sangat menyenangkan hatiku.
---Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi membenci saudara-saudaranya. Mereka akan hidup bersamaku selamanya sampai ke kekekalan.
---Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, penganiayaan dengan penganiayaan dan kebencian dengan kebencian. Mereka akan mendapat upah yang sama denganku di kegelapan.
---Berbahagialah orang yang membaca tulisan ini dan merasa isinya pas untuk orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Dia ada dalam tanganku.
" Ucapan Bahagia versi Iblis" ini mengingatkan saya untuk lebih berjaga-jaga, karena saat ini
kita memang hidup di hari-hari yang jahat, dimana Iblis bekerja luar biasa giatnya.
Keputusan untuk masuk ke dalam kelompok orang yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus atau versi Iblis ada di tangan kita! Jika ingin menjadi orang yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus, kita harus hidup dalam ketaatan dan berjaga-jaga seperti halnya kelima orang gadis yang bijaksana (MAT 25:1-13). Jagalah pelita hati kita agar tetap menyala. Isilah minyaknya setiap hari dengan berdoa dan merenungkan firmanNya.
source . bundapenolongabadi
Minggu
Bakti Sosial Mudika Wilayah 4 dan 5
Setelah beberapa bulan giat melakukan pencarian dana untuk di sumbangkan ke panti asuhan St. Yusuf, akhirnya pada hari Minggu, 18 Desember 2011, Mudika wilayah 4 dan 5 didampingi beberapa pengurus di lingkungan beserta pendamping mudika, berangkat ke panti asuhan St. Yusuf di daerah Sindanglaya, Cipanas.
Bus berkapasitas 59 seat penumpang yang sudah parkir di depan kesusteran ADM tampak ramai pada minggu pagi itu. Gelak tawa, canda riang dari para mudika sudah menghiasi ruangan bus. Senyum puas terlihat dari wajah mereka, karena akhirnya kegiatan ini benar – benar bisa berjalan setelah beberapa bulan berusaha mencari dana dengan berbagai cara dan juga menjumpai berbagai kesulitan. Konflik antar sesama anggota pun sering terjadi akibat salah paham dan beragam pemikiran. Namun semua itu terbayar dengan rasa puas dan terlihat pada cerianya suasana pagi itu.
Setelah 2,5 jam perjalanan, akhirnya bus pun tiba di panti asuhan St. Yusuf dan disambut dengan hangat oleh suster dan beberapa pengurus di panti asuhan tersebut. Menjelang pukul 09.30 WIB, sekitar 200 lebih anak – anak panti asuhan sudah memenuhi aula dan siap untuk mengikuti acara yang telah di siapkan oleh panitia baksos, mulai dari anak – anak TK sampai SMA terlihat begitu ceria menyambut mudika wilayah 4 dan 5.
Acara pun dimulai dengan doa pembukaan yang dibawakan oleh Michael Maturbongs selaku papi pembimbing mudika wilayah 4 dan 5 dan kata sambutan yang dibawakan oleh Benedictus Trisnawan Herlambang selaku ketua lingkungan Daniel. Aula yang begitu luas terlihat penuh dengan tawa dan canda dari anak – anak panti asuhan saat mengikuti ice breaking dan beragam acara lainnya. Tidak ketinggalan salah satu dari mudika menunjukan bakatnya kepada anak – anak panti asuhan dengan permainan sulap. Selang beberapa jam kemudian, acara pun ditutup dengan penyerahan bantuan berupa bahan – bahan pokok makanan kepada suster pengurus panti asuhan St. Yusuf dan doa penutup.
Setelah melakukan kegiatan ini, kami dapat belajar banyak hal dari anak – anak panti asuhan. Betapapun sulitnya keadaan mereka, namun mereka selalu terlihat ceria. Banyak diantara kita yang hidup berkecukupan, hidup dalam kemewahan, keinginan apapun hampir semua terpenuhi, namun seringkali tidak mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Marilah kita tengok, banyak juga diantara kita yang hidup serba berkekurangan, hidup dalam kemiskinan, hidup tanpa orang tua, dan masih banyak lagi problematika kehidupan lainnya. Belajarlah bersyukur dari mereka, karena Allah mengajari kita untuk selalu bersyukur dan menolong satu sama lain. Janganlah melihat mereka yang membutuhkan bantuan kita dengan sebelah mata, selagi kita mampu untuk menolong, kenapa tidak?
Semoga dengan kegiatan ini, para mudika di wilayah 4 dan 5 dapat merubah sikap agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Tuhan memberkati.
Oleh : Victor Dhanar Bumi Buana
Dok : Jeffier Al Madinah & Lie Cu
Sabtu
Truk Sampah
Suatu hari saya naik sebuah taksi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai pada orang-orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya,
"Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah... Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:
Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
source. bundapenolongabadi.com
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai pada orang-orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya,
"Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah... Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:
Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
source. bundapenolongabadi.com
Selasa
Emas 24 Karat
Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat.
Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH dan MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH dan MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN dan SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, “Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?”
Jawab orang itu: “Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.”
Lalu tanya prajurit itu lagi: “Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?”
Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis.”
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, “Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?”
Jawab orang kaya itu, “Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. ”
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, “Mengapa engkau diam di sini?. Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?’
Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,”Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?”
Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, “Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ”
Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: “Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.”
“Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.” Tanya prajurit itu lagi.
“Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting.” Jawabnya lugu.
Prajurit ini semakin penasaran, “Mengapa bisa begitu?”
“Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.”
Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya,
“Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil.”
“Tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?” Tanya prajurit lagi.
“Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YANG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni.”
Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata, “Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.”
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, “Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya. ”
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
(Dikutip dari: “When We Have to Choice” / Kumpulan Sharing dan Cerpen)
====================================
Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:
BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih) MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YANG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.
BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat.Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YANG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN dan KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI. Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. “CINTA SELALU BERJUANG” Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yang terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN dan CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.
BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi??
Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA
Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH dan MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH dan MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN dan SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, “Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?”
Jawab orang itu: “Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.”
Lalu tanya prajurit itu lagi: “Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?”
Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis.”
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, “Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?”
Jawab orang kaya itu, “Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. ”
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, “Mengapa engkau diam di sini?. Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?’
Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,”Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?”
Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, “Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ”
Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: “Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.”
“Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.” Tanya prajurit itu lagi.
“Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting.” Jawabnya lugu.
Prajurit ini semakin penasaran, “Mengapa bisa begitu?”
“Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.”
Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya,
“Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil.”
“Tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?” Tanya prajurit lagi.
“Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YANG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni.”
Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata, “Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.”
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, “Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya. ”
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
(Dikutip dari: “When We Have to Choice” / Kumpulan Sharing dan Cerpen)
====================================
Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:
BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih) MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YANG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.
BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat.Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YANG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN dan KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI. Anda bersamanya.. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. “CINTA SELALU BERJUANG” Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yang terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN dan CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.
BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi??
Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA
Kamis
Pasangan yang sempurna
Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.
Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."
Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."
Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."
Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""
Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."
Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.
Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."
Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."
Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."
Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""
Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."
Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.
KISAH SEORANG ANAK KECIL
Sekitar tahun lalu, saya melayani seorang anak kecil berumur 5 tahun untuk mengisi libur musim panas sebagai Babysitter. Dan masa itu adalah pekerjaan musim panas yang paling berkesan ! Maddie dan saya selalu berjalan jalan di taman setiap hari setelah makan siang. Maddie suka bermain ayunan dan perosotan di taman itu. Walaupun masih kecil, Maddie mempunyai hati yang baik, dan dia selalu membuat saya terkejut pada kasihya terhadap orang lain. Kedua orang tuanya pun juga sama - Selalu ada damai sejahtera diantara mereka. Saya selalu bertanya, mengapa mereka sangat berbeda dari orang orang lain?
Suatu hari di taman itu, saya sedang mendorong Maddie yang bermain ayunan, dan kami mendengar banyak anak anak kecil tertawa. Kami melihat ada sekelompok anak anak yang berkumpul di sebuah tempat di taman itu.
Maddie menyetop ayunannya, dan ingin pergi kesana untuk melihat apa yang sedang mereka tertawakan.
Kami berjalan, dan seorang anak laki-laki lari menuju Maddie dan mengatakan, "Ayo ke sini dan lihat orang perempuan aneh ini! Ia kotor dan berbau, menangis lagi!"
Maddie mendorong anak laki laki itu, dan menuju ke seorang wanita yang sedang duduk di tanah.
Wanita itu kelihatannya berumur sekitar 50 tahun, walaupun kemungkinan umurnya lebih muda. Karena terlihat kehidupannya sangat susah, dan anak laki-laki itu benar, orang itu berbau dan kotor. Suatu hal yang akan ku pikir akan kulakukan adalah memegang Maddie dan menyingkirkannya dari orang itu.
Ketika saya mencarinya, ternyata Maddie sudah duduk di samping wanita itu, dan memegang tangan orang itu. Orang itu melihat kepada Maddie dan tersenyum. Untuk beberapa detik lamanya orang itu rasanya tidak lagi berbau dan kotor, dia cantik!! Anak-anak yang lain akhirnya meninggalkan orang itu, dan Maddie memeluk orang itu, lalu Maddie meninggalkannya.
Di sepanjang jalan, Maddie menggumamkan sebuah nyanyian, dan berlompat-lompat kecil, sesuai kebiasaannya. Ia gembira, sepertinya tidak memikirkan kesusahan. Saya menunggu Maddie mengatakan sesuatu tentang wanita itu, tetapi ia tidak mengatakan sepatah katapun.
Akhirnya ketika sampai di rumah, saya tidak tahan lagi. Saya menghampiri Maddie dan berkata, "Mengapa kamu lakukan itu?"
Maddie bertanya balik, "Melakukan apa Julie ?" dan saya jawab, "Mengapa kamu memegang tangan dan memeluk orang itu sedangkan anak anak lain menertawainya dan menakut-nakutinya?"
Maddie menatap saya dan berkata, "Julie, Yesus tidak akan memperlakukan wanita itu seperti itu. Setiap orang menertawakan dan memperlakukan Yesus seperti apa yang mereka perbuat, tapi apa yang Yesus telah perbuat ! Dia sudah mati untuk kita di kayu salib.
Setiap kali saya melihat seseorang dipermalukan seperti itu, saya selalu pergi menemuinya, memeluk mereka, dan mengatakan bahwa Yesus mencintai mereka, hal itu selalu membuat mereka merasa menjadi lebih baik.
Saya yang berumur 23 tahun, seharusnya lebih pintar ! Tetapi anak berumur 5 tahun ini mengetahui lebih banyak daripada saya. Dan itulah Maddie !
Yesus, datang ke dunia yang kotor dan dingin ini, ditertawakan, diludahi, tetapi Dia mati untuk kita.
Saya berubah mulai hari itu, dunia terlihat berbeda, dan hal itu dikarenakan seorang anak perempuan kecil berumur 5 tahun yang telah memperlihatkan apa arti sebenarnya Kasih.
Suatu hari di taman itu, saya sedang mendorong Maddie yang bermain ayunan, dan kami mendengar banyak anak anak kecil tertawa. Kami melihat ada sekelompok anak anak yang berkumpul di sebuah tempat di taman itu.
Maddie menyetop ayunannya, dan ingin pergi kesana untuk melihat apa yang sedang mereka tertawakan.
Kami berjalan, dan seorang anak laki-laki lari menuju Maddie dan mengatakan, "Ayo ke sini dan lihat orang perempuan aneh ini! Ia kotor dan berbau, menangis lagi!"
Maddie mendorong anak laki laki itu, dan menuju ke seorang wanita yang sedang duduk di tanah.
Wanita itu kelihatannya berumur sekitar 50 tahun, walaupun kemungkinan umurnya lebih muda. Karena terlihat kehidupannya sangat susah, dan anak laki-laki itu benar, orang itu berbau dan kotor. Suatu hal yang akan ku pikir akan kulakukan adalah memegang Maddie dan menyingkirkannya dari orang itu.
Ketika saya mencarinya, ternyata Maddie sudah duduk di samping wanita itu, dan memegang tangan orang itu. Orang itu melihat kepada Maddie dan tersenyum. Untuk beberapa detik lamanya orang itu rasanya tidak lagi berbau dan kotor, dia cantik!! Anak-anak yang lain akhirnya meninggalkan orang itu, dan Maddie memeluk orang itu, lalu Maddie meninggalkannya.
Di sepanjang jalan, Maddie menggumamkan sebuah nyanyian, dan berlompat-lompat kecil, sesuai kebiasaannya. Ia gembira, sepertinya tidak memikirkan kesusahan. Saya menunggu Maddie mengatakan sesuatu tentang wanita itu, tetapi ia tidak mengatakan sepatah katapun.
Akhirnya ketika sampai di rumah, saya tidak tahan lagi. Saya menghampiri Maddie dan berkata, "Mengapa kamu lakukan itu?"
Maddie bertanya balik, "Melakukan apa Julie ?" dan saya jawab, "Mengapa kamu memegang tangan dan memeluk orang itu sedangkan anak anak lain menertawainya dan menakut-nakutinya?"
Maddie menatap saya dan berkata, "Julie, Yesus tidak akan memperlakukan wanita itu seperti itu. Setiap orang menertawakan dan memperlakukan Yesus seperti apa yang mereka perbuat, tapi apa yang Yesus telah perbuat ! Dia sudah mati untuk kita di kayu salib.
Setiap kali saya melihat seseorang dipermalukan seperti itu, saya selalu pergi menemuinya, memeluk mereka, dan mengatakan bahwa Yesus mencintai mereka, hal itu selalu membuat mereka merasa menjadi lebih baik.
Saya yang berumur 23 tahun, seharusnya lebih pintar ! Tetapi anak berumur 5 tahun ini mengetahui lebih banyak daripada saya. Dan itulah Maddie !
Yesus, datang ke dunia yang kotor dan dingin ini, ditertawakan, diludahi, tetapi Dia mati untuk kita.
Saya berubah mulai hari itu, dunia terlihat berbeda, dan hal itu dikarenakan seorang anak perempuan kecil berumur 5 tahun yang telah memperlihatkan apa arti sebenarnya Kasih.
Komitmen
Ada seorang pria bernama Andre, ia merupakan seorang anak tunggal. Andre sendiri memiliki seorang istri yang bernama SHinta, Shinta adalah seorang perempuan yang ramah dan sabar, ia juga merupakan salah satu pengurus yayasan amal yang khusu membantu anak – anak terlantar di semarang tempat mereka menetap. Shinta dan Andre telah menjalani hidup sebagai pasangan suami istri selama 8 tahun, selama 8 tahun itu mereka jarang sekali bertengkar, kalaupun ada pertengkaran kecil, pastilah salah satu diantara mereka akan mengalah, dan suasana kembali hangat, namun. belakngan ini hubungan mereka menjadi agak tegang, akibat dari campur tangan orang tua Andre.
Ibu Andre, ibu Della sangat mengahrapkan kehadiran seorang cucu dalam keluarga mereka, menurutnya kehidupan pernikahan untuk seorang laki – laki belumlah lengkap tanpa adanya seorang anak laki – laki sebagai penerus keturunan. Dan setelah mengetahui hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa Shinta mandul, Ibu Della terus menerus memojokan Shinta di depan Andre, Andre sendiri sangat terpukul mendengar vonis dokter tersebut. Vonis tersebut membuat hubungan keduanya jadi renggang,belum lagi ibu andre juga tak segan membawa wanita – wanita untuk dikenalkan dengan Andre. Semakin lama Andre semakin frustasi akan keadaan keluarganya, berulang kali Shinta menangis dan menceritakan kesedihannya akan sikap mertuanya, namun Andre seakan tidak mendengar tangisan Shinta. Shinta sendiri tetap sabar mendapat perlakuan seperti itu dari sang mertua, ia tidak pernah memojokkan Andre akan sikap mertuanya, Sebenarnya Shinta sendiri merasa sedih akan sikap mertuanya dan suaminya itu, namun ia tetap sabar, dan terus bersikap baik kepada mertuanya. Dimalam hari ketika andre tertidur, ia memandang wajah suaminya lalu berdoa, “ Tuhan berikanlah yang terbaik pada kami, kuatkanlah aku agar tetap setia pada suami, dan berbakti kepada mertuaku “ begitulah doa yang diucapkan Shinta setiap malam tanpa sepengetahuan Andre.
Hingga suatu kali, Andre bertemu dengan Joe, sahabatnya semasa dikuliah dlu, ternyata Joe adalah pengurus dewan paroki di sebuah gereja. Saat itu Andre menceritakan masalah yang ia hadapi pada Joe, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Joe member saran agar Andre mengikuti ibadat pengakuan dosa, sehingga ia dapat mencurahkan segala persoalannya dihadapan Tuhan. Awalnya Andre menolak, karena malu dan sudah lama juga ia tidak melakukan pengakuan dosa. Namun akhirnya Andre bersedia, setelah joe mengatur jadwal pengakuan dengan pastor paroki setempat, Andre akhirnya menceritakan semua permasalahannya, sikapnya yang ragu akan kehidupan rumah tangganya, dan segala tekanan yang ia rasakan selama ini. Setelah selesai mengungkapkan semuanya sang pastor berkata :
“ jalan Tuhan adalah sempurna anakku, kau mendapat masalah tersebut dalam kehidupanmu karena Tuhan tau engkau sanggup, sebagai seorang pria bersikaplah dengan berani, bukankah kau sudah mengucapkan janji setia di hadapan Tuhan, bahwa kau akan menrima istrimu dalam keadaan apapun. Saat inilah kesetiaan dan sumpahmu itu dinyatakan, dampingilah istrimu menghadapi orang taumu, dan tekanan disekelilingnya “
Mendengar kata – kata sang pastor menangislah Andre, keluar dari ruang pengakuan dosa, Andre mebasuh mukanya dan berlutut di depan Gua Maria di belakang gereja .. ia sangat menyesali sikapnya selama ini yang menyalahkan istrinya akan keadaannya. Dan seperti ada keyakinan teguh yang merasuk dalam dirinya andre berkata “ semua ini terjadi, karena aku mampu, dan Tuhan memiliki rencana indah dalam hidup kami “
Setelah pengakuan dosa tersebut, andre pulang kerumah dan meminta maaf kepada Shinta, Andre memeluk Shinta yang saat itu sedang berdoa di kamar,
“ Tuhan, sepertinya sekarang andre sedang tertekan, kuatkanlah suamiku Tuhan, bantulah ia agar tetap tegar dan kuat menghadapi semua ini, maafkanlah aku juga Tuhan karena aku telah membawa pukulan berat bagi suami dan mertuaku, berikanlah kesehatan kepada mereka Tuhan ..”
Mendengar doa istrinya itu, Andre langsung masuk dan memeluk istinya, ia menyadari sikapnya yang telah salah selama ini. Andre lalu membawa SHinta menuju Surabaya, kerumah orang tuanya, dan saat itu ia berkata kepoada ibunya “ ibu terima kasih atas perhatian ibu padaku, namun bu aku tetap akan mencintai istriku dengan atau tanpa keturunan, dia adalah perempuan istriku yang terbaik, dan aku tidak salah pilih, disaat kita semua memojokannya dia malah berdoa untuk kita semua, untuk itu aku yakin bu, Tuhan memiliki rencana dalam hidupku, akupun telah bersumpah dihadapan Tuhan untuk menjaga dan menemani dia pada waktu suka dan malang, dan saat inilah janjiku ini harus kulakukan bu, maafkan aku bu.”
Setelah penyataan andre tersebut, bu Dela tidak pernah lagi membawa wanita ataupun menyinggung rumah tangga andre. Ibu andre bahkan kini mengikuti Shinta dalam kegiatan pelayanan di sebuah yayasan sosial. Kehidupan pernikahan Andre dan Shinta sendiri kini mereka serahkan sepenuhnya bagi keluarga dan kegerejaan dan kegiatan sosial.
Teman, setiap orang yang memiliki masalah cenderung melupakan janji yang pernah mereka ucapkan, sebuah komitmen yang telah dibangun sering kali dilupakan saat kenyataan tak sesuai dengan harapan.
Ingatlah rencana Tuhan itu indah, Tuhan tidak akan mencobai manusia melebihi kemampuan manusia itu, dan Ia juga takkan meninggalkan manusia dalam menghadapi pencobaan dalam hidupnya jika manusia itu ikhlas dan berserah padaNya …
Jumat
Membangun Iman Lewat Aksi Bakti Sosial
Bermula saat diadakan rapat mingguan mudika di ruang jahit kesusteran ADM, September lalu. Seperti biasa, kami membiacarakan program kerja yang akan dilakukan mudika hingga bulan Desember 2011. Saat program kerja dibuat terasa ada yang mengganjal, "kok kegiatan nya ini-ini terus ya, pantas saja anak-anak pada bosan dan gak pernah datang lagi". Akhirhnya kami berdiskusi agar membuat suatu acara baru, outdoor, fun, tetapi sekaligus juga merupakan kegiatan kasih untuk sesama. Akhirnya terlontar kalimat "kenapa gak adain kunjungan ke panti asuhan aja, sekalian kita rayakan Natal disana".
Tanpa berlama-lama, baksos langsung di tambahkan ke program kerja kami sampai bulan desember. Aksi-aksi penggalangan dana berikut metode-metodenya pun ikut dijadwalkan. Penggalangan dana nya bervariatif, ada yang dengan ngamen ke lingkungan-lingkungan, pengumpulan barang-barang bekas dan gak lupa mencari donatur yang memiliki jiwa sosial tinggi (banyak banget lho di wilayah 4&5 yang berjiwa sosial).
Akhirnya sampai dengan bulan ini, aksi ini terus berjalan, dan total uang yang berhasil dikumpulkan sudah mencapai 20% (masih harus kerja keras). Dengan adanya aksi ini, mudika berhasil membuat 3 orang yang sudah jarang datang ke pertemuan kembali hadir dan juga tambahan 2 anggota baru untuk meramaikan keceriaan muda-mudi Katolik di wilayah 4&5.
Sesungguhnya, inti dari kegiatan ini adalah, "pentingnya kebersamaan dan cinta kasih kepada sesama." Tidak hanya kepada mereka yang berkekurangan secara materi, namun kita harus menebarkan cinta kasih kepada semua orang di dunia ini tanpa membadakan satu dengan yang lain. Itulah mengapa kami mengangkat tema "Dalam Yesus Kita Bersaudara" dalam aksi bakti sosial ini.
Semoga, kaum muda dapat terus meramaikan dan memberikan keceriaan nya di dalam rumah Tuhan, karena OMK adalah masa depan gereja, kalau bukan kita lalu siapa lagi?
Damai Kristus besertamu.
Sabtu
BERBAGI MELALUI JALAN SALIB

Tidak seperti tema-tema APP tahun-tahun sebelumnya, tema APP 2011, “Mari Berbagi”, terkesan sederhana. Tema kali ini hanya terdiri dari 2 kata yang bahkan dapat dimengerti oleh anak kecil. Namun, semudah itukah makna dari tema tersebut dapat terungkap?
Semua umat Katolik mengetahui bahwa APP (Aksi Puasa Pembangunan) merupakan sebuah sarana dari Gereja untuk mengamalkan setiap kebaikan yangterkandung dari setiap tema. Tema kali ini sangat mudah dimengerti karena berisi ajakan bagi kita untuk berbagi. Berbagi itu terkesan mudah, namun berbagi dalam arti yang sebenarnya tidak seperti membagikan kue pada teman baik kita. “Berbagi” yang terdapat dalam tema merupakan “berbagi” yang dapat diartikan secara multidimensi, tergantung pengetahuan dan iman orang yang mendengar atau membaca kalimat tersebut.
Dalam artikel ini saya tidak akan mengajak pembaca untuk menelaah makna dari tema APP kali ini, namun saya akan mengajak pembaca sekalian untuk menengok sedikit ke wilayah 4 dan 5 J . Ada apa dengan wilayah 4-5?? Yap , pada 22 April 2011 yang lalu, Mudika St. Agustinus (wilayah 4 & 5) mengadakan visualisasi Jalan Salib secara teatrikal. Tablo Jalan Salib ini dimainkan oleh anggota mudika St. Agustinus, dengan bimbingan Sr. Hendrika, Bapak Suparman, serta Papi Michael Maturbongs dan Mami Siska Maturbongs. Ratusan umat di wilayah 4 dan 5 juga turut berpartisipasi dengan menyaksikan dan mengikuti Jalan Salib.
Tanggal 22 April 2011 merupakan hari yang suci bagi umat Katolik, karena pada hari itulah umat Kristiani di seluruh dunia memperingati wafatnya Tuhan Yesus Kristus. Dalam arti yang berbeda, hari itu juga merupakan hari yang suci (sekaligus menegangkan tentunya) bagi kami, anggota Mudika St. Agustinus, karena kami akan menghayati sekaligus memerankan tokoh-tokoh dalam Kisah Sengsara Tuhan Yesus. Tapi mengapa mudika St. Agustinus memilih tablo Jalan Salib sebagai bentuk penghayatan akan tema APP “Mari Berbagi”?
Jalan Salib merupakan inti dari riwayat penebusan Tuhan Yesus Kristus, dimana pada saat itu Ia mengalami sengsara yang begitu hebat sebagai Allah dan sebagai manusia. Kalau pembaca jeli, bukankah Jalan Salib selalu dapat dikaitkan dengan tema APP setiap tahunnya? Pasti, dong. Jalan Salib merupakan sumber refleksi bagi umat KAtolik sehingga tema APP manapun dapat dimasukkan, termasuk tema “Mari Berbagi” tahun ini.
‘Kesediaan untuk berbagi’ memegang peranan yang begitu penting dalam Kisah Sengsara. Ada Simon dari Kirene yang mau berbagi tenaga dan peluh untuk membantu Yesus memanggul salib. Ada Veronika yang rela berbagi dengan mengusap wajah Yesus yang kotor. Ada wanita-wanita Yerusalem yang berbagi simpati pada Yesus. Ada juga Yusuf dari Arimatea yang berbagi dengan menyediakan kubur bagi Yesus, juga Bunda Maria yang turut merasakan sengsara Putera-Nya.
Yang paling utama adalah pengorbanan Yesus Kristus sendiri bagi kita umatNya. Yesus telah membagikan harta yang paling berarga milikNya yakni tahtaNya di Surga. Coba kalau Yesus tidak mau disalibkan, bagaimana bisa dosa-dosa kita tertebus? Coba kalau Yesus tidak mau ‘turun tahta’ dengan menjadi manusia, tentu manusia selamanya akan menjadi makhluk hina yang berdosa berat. Kalau saja Yesus tidak mau membagikan tubuh dan darahNya yang kudus bagi kita, tentu kita tidak akan mengenal Ekaristi dan umat Kristiani tidak akan muncul. Sungguh keadaan yang menyedihkan bila Tuhan Yesus tidak berbagi dengan kita semua.
Untuk meneladani pengorbanan Tuhan Yesus, anggota mudika Sebenarnya, sejak tahun 2007, mudika St. Agustinus memiliki ‘tradisi’ untuk menampilkan tablo Jalan Salib setiap tahun (uups, buka kartu nih!). Hal itu juga yang mendasari kami untuk mementaskan tablo Jalan Salib pada pagi hari ketika Jumat Agung. Namun alasan utama kami tetaplah untuk mengamalkan pesan-pesan yang terkandung dalam tema APP “Mari Berbagi”. J
Tablo Jalan Salib kali ini dipersiapkan sejak Januari 2011. Mulai dari casting pemain, pemilihan narrator, persiapan naskah, latihan teater (olah tubuh, olah jiwa), juga persiapan artistik seperti kostum dan properti. Dalam perjalanan menuju hari ‘H’ kami sempat panik dan pesimis karena kekurangan pemain. Belum lagi cek-cok dan perbedaan pendapat yang sempat merenggangkan hubungan antar anggota. Namun akhirnya kami berusaha meredakan ego masing-masing, seiring dengan ‘munculnya’ muda-mudi yang terpanggil untuk berperan serta bersama kami, hingga akhirnya tablo jadi dipentaskan. Yipppii!!Berbagi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan; butuh pengorbanan dalam melaksanakannya. Namun selama kita mengandalkan Tuhan Yesus, pastinya kesulitan yang kita hadapi dalam berbagi berkurang berkat bimbinganNya. Ngga usah repot-repot bagi-bagi sembako atau uang jutaan, tapi dalam hal-hal kecil, sebuah tindakan berbagi yang dilandasi keikhlasan dapat membahagiakan hati sesame, dan tentunya hatiNya. Mari Berbagi!!!
Melisa Natasha Mumek
Lingk. Yoh. Don Bosco, wil. V
Kamis
CINCIN
Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.
Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”
Sang adik tersenyum dan berkata,“Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.
Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.
Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.
Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.
inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. semuanya pasti akan berlalu. ada waktu untuk mencintai. ada waktunya.
nn
diamsejenak.comRabu
Anjing yang rakus
Ada seekor anjing yang terasa bingung saking laparnya, seharian penuh tidak mendapatkan makanan. Saat senja tiba, akhirnya dengan penuh gairah ia melihat sepotong daging yang lezat di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke tempat tinggalnya.
Dalam hati dia merenung
"sungguh beruntung sekali, di luar dugaan bisa mendapatkan daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya."
Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari tiba di sebuah sungai, jika sudah melewati jembatan kecil berarti tempat tinggalnya sudah dekat, berpikir sampai di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan. Ia berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya.
Dalam hati ia mulai berpikir
"wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!"
Makin dipikir ia semakin gembira, lalu mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu sepertinya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya.
Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir
"lebih baik aku menggigitnya, ia pasti akan lari, dengan begitu aku bisa mendapatkan daging itu,"
lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras
"Auh. auh.auh..."
Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap tenggelam di dalam air lenyap tak berbekas. Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu dengan sedih ia menangis "kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?"
Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik, harus mendapatkan lebih banyak, maka disadari atau tidak dapat mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapatkan sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan makanan lezatnya, lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus? Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati? Ya, ini semua baru merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan! Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada. "Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak", orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya
by BUNDA PENOLONG ABADI on Wednesday, May 4, 2011 at 12:33am
Selasa
Meja Kayu
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.Senin
Cintai Orang Tuamu
Konon di jepang pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan, mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si ibu telah lumpuh dan mulai pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya tersebut. Si ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkannya kemudian menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia juga tidak menyangka sanggup melakukan perbuatan ini.
Justru si ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata “Anakku, aku sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting-ranting kayu. Aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”
Demi mendengar kata2 tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendonya untuk membawa si ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya tersebut
sampai si ibu meninggal.
Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa buang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Menitipkan mereka di panti jompo, dan hanya mengunjungi jika sempat tidak jauh lebih mulia dibanding membuang mereka dihutan dan membiarkan mereka meninggal dalam kesendirian merindukan perhatian dan kasih sayang orang-orang yang mereka kasihi. Siapa?? Tidak lain dan tidak bukan kita yang adalah anak-anak orang tua kita sendiri. Hormati mereka dengan demikian kehidupan anda pun akan diberkati oleh Tuhan. (Ulangan 5:16). God Bless You
Source. ceritakristen.org
Mama
Sebuah Pesan Untuk Anak
Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan…Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil
Memberikan ASI waktu kita bayi
Mencuci celana kotor kita, Menahan derita
Menggendong kita sendirian…
Di saat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya…
Tidak ada lagi yang menghapus airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan…
Bayangkan mamamu sudah tiada…
Apakah kamu cukup membahagiakannya…
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya…
Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi
bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana dan cukupkan dengan apa yang ada
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less) tetapi berharaplah penuh hanya pada Tuhan.
SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada satu orang pun yang mau mati demi MAMA, tetapi… Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…
Mama bukan tempat penititipan cucunya disaat anda jalan-jalan, tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang dan hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curahan hatinya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja….. Beliau sudah bahagia sekali…………. dan melupakan semua hutang anda kepadanya. God Bless You
Perhatikan Waktumu
Sebagian besar orang di dunia ini semakin dibuat sibuk dengan berbagai urusan dirinya…. bekerja dan sebagainya, sehingga tanpa disadari mereka lupa mengatur waktu untuk orang-orang yang dicintai. Padahal kita harus tahu urutan prioritas yang seharusnya dalam hidup ini.1. Tuhan
2. Keluarga
3. Pekerjaan
4. Pelayanan
dan keempatnya harus menempati prioritas sesuai dengan urutannya, maka segala sesuatunya akan berjalan dengan indah. Silahkan simak kisah berikut ini :
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?”
sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu
Papa pulang. Sebab aku mau Tanya berapa sih gaji Papa ?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja
sekitar 10jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.”Kalo satu hari Papa dibayar
Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali
bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
“Tapi Papa…”
Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar
tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak
pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew
“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.
“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.
“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.
“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”
Source. ceritakristen.com
Pencuri Kue
Belajar Bersikap Rendah Hati
Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah gerai toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk.Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yg berada diantara mereka berdua.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si “Pencuri Kue” yang pemberani itu menghabiskan persediaannya.
Ia makin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !”).
Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itu juga mengambil satu. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia segera mengumpulkan barang-barang miliknya dan menuju pintu gerbang.
Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas karena kaget. Ternyata disitu ada kantong kuenya. Koq milikku ada di sini, jadi kue tadi adalah milik siapa. Milik lelaki itu?
Ah, terlambat sudah untuk meminta maaf; ia tersandar dan sedih. Bahwa sesungguhnya akulah yang salah, tak tahu terima kasih dan akulah sesungguhnya sang pencuri kue itu; bukan dia!
Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi seringkali terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, dan tak jarang kita berprasangka buruk.
Orang lainlah yang selalu salah, orang lain yang patut disingkirkan, orang lain yang tak tahu diri, orang lain yang berdosa,
orang lain yang selalu bikin masalah.
Kita sering mengalami hal diatas, kita sering berpikir bahwa kita paling benar sendiri, kita paling suci, kita paling tinggi, kita paling pintar, dst.
Sejak detik ini, bisakah kita memulai untuk rendah hati?
Dan tidak lagi menjadi “pencuri kue” yang teriak “maling..!” kepada orang lain..!
Jumat
Manusia Satu Kata
Manusia Satu Kata
Hari yang cerah. Raja Mahendra pergi ke hutan untuk menguji kemampuannya berburu. Ia melarang para pengawal mengikutinya masuk ke hutan. Di tengah hutan, tampak seekor kijang asyik makan rumput. Raja Mahendra langsung membidik anak panahnya.
Ah, kijang itu berhasil melarikan diri. Raja Mahendra mengejarnya. Namun ia terperosok masuk ke lubang yang cukup dalam. Ia berteriak sekeras-kerasnya memanggil para pengawal. Namun suaranya lenyap ditelan lebatnya hutan. Selagi Raja Mahendra merenungi nasibnya, ia terkejut melihat seseorang berdiri di tepi lubang.“Hei! Siapa kau?” tanya Raja. Orang itu tak menjawab. “Aku Raja Mahendra! Tolong naikkan aku!” pintanya dengan nada keras. “Tidak!” jawab orang itu. Raja menjadi geram. Ia ingin memanah orang itu. Namun sebelum anak panah melesat, orang itu lenyap. Tak lama kemudian, jatuhlah seutas tali. Raja mengira itu pengawalnya. Namun, ternyata orang tadi yang melempar tali.
“Jadi kau mau menolongku?”
“Tidak!” jawabnya lagi. Raja menjadi bingung. Katanya tidak, mengapa memberi tali? Apa boleh buat, yang penting orang itu mau menolongnya. Raja Mahendra berhasil naik. Ia mengucapkan rasa terima kasih.
“Maukah kau kubawa ke kerajaan?” tawar Raja.
“Tidak!” jawab si penolong.
“Kalau tidak mau, terimalah beberapa keping emas.”
“Tidak!” jawabnya lagi, tetapi tangannya siap menerima.
Akhirnya Raja Mahendra sadar, bahwa orang itu hanya bisa bicara satu kata. Yaitu tidak. Walau berkata tidak, orang itu dibawa juga ke kerajaan. Sampai di kerajaan Raja Mahendra memanggil Patih.
“Paman Patih, tolong berikan pekerjaan pada manusia satu kata ini. Ia hanya bisa berkata, tidak.”
“Mengapa paduka membawa orang yang amat bodoh ini?”
“Walau bodoh, ia telah menolongku ketika terperosok lubang.” Patih berpikir keras. Pekerjaan apa yang sesuai dengan orang ini.
Setelah merenung beberapa saat, Patih tersenyum dan berkata, “Paduka kan bermaksud mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi sang putri. Tetapi sampai kini Paduka belum menemukan jenis sayembaranya.”
“Benar Paman Patih, aku ingin mempunyai menantu yang sakti dan pandai. Tetapi apa hubungannya hal ini dengan sayembara?”
“Peserta yang telah lolos ujian kesaktian, harus mengikuti babak kedua. Yaitu harus bisa memasuki keputren dengan cara membujuk penjaganya.”
“Lalu, siapa yang akan dijadikan penjaga keputren?”
“Manusia satu kata itu, Paduka.”
“Lho, ia amat bodoh. Nanti acara kita berantakan!”
“Percayalah pada hamba, Paduka.”
Pada hari yang ditentukan, peserta sayembara berkumpul di alun-alun. Mereka adalah raja muda dan pangeran dari kerajaan tetangga. Di babak pertama, kesaktian para peserta diuji. Dan, hanya tiga peserta yang berhasil.
Ketiganya lalu dibawa ke depan pintu gerbang keputren. Patih memberi penjelasan pada mereka. Nampaknya mudah. Mereka hanya disuruh membujuk penjaga keputren sehingga dapat masuk keputren.
Peserta hanya boleh mengucapkan tiga pertanyaan.
“Penjaga yang baik. Bolehkah aku masuk keputren?” tanya peserta pertama.
“Tidak!” jawab si manusia satu kata.
“Maukah kuberi emas sebanyak kau mau, asal aku diperbolehkan masuk?”
“Tidak!”
Pertanyaan tinggal satu.
“Kau akan kujadikan Senopati di kerajaanku, asal aku boleh masuk.”
“Tidak!” ujar si manusia satu kata.
Peserta pertama gugur. Ia mundur dengan lemah lunglai. Peserta kedua maju. Ia telah menyusun pertanyaan yang dianggapnya akan berhasil,
“Penjaga, kalau aku boleh masuk keputren, kau akan kunikahkan dengan adikku yang cantik. Setuju?” pertayaan pertama peserta kedua.
“Tidak!”
“Separoh kerajaan kuberikan padamu, setuju?”
“Tidak!”
“Katakan apa yang kau inginkan, asal aku boleh masuk.”
“Tidak!”
Peserta kedua pun mundur dengan kecewa. Mendengar percakapan dua peserta yang tak mampu masuk keputren, Raja Mahendra tersenyum puas. Pandai benar patihku, katanya dalam hati.
Peserta terakhir maju.
Semua penonton termasuk Raja Mahendra memperhatikan dengan seksama. Raja muda itu tampak percaya diri. Langkahnya tegap penuh keyakinan.
“Wahai penjaga keputren, jawablah pertanyaanku baik-baik. Tidak dilarangkah aku masuk keputren?” tanyanya dengan suara mantap. Raja Mahendra, Patih, dan penonton terkejut dengan pertanyaan itu.
Dengan mantap pula penjaga menjawab.
“Tidak!” Seketika itu sorak-sorai penonton bergemuruh, mengiringi kebehasilan peserta terakhir. Si raja muda yang gagah lagi tampan. Raja Mahendra sangat senang dengan keberhasilan itu. Calon menantunya sakti dan pandai.
Sayembara usai. Manusia satu kata berjasa lagi pada Raja Mahendra. Ia dapat menyeleksi calon menantu yang pandai. Walau bodoh, Raja Mahendra tetap mempekerjakannya sebagai penjaga keputren.
Dikirim Oleh: Rafiif Wasis Ibaadurrahmaan
Sumber Cerita: Oleh Mujinem (Bobo No. 40/XXVII)
Rabu
Ketika Kata Maaf Tak Lagi Cukup
Hidup seringkali merupakan rangkaian kehidupan. Tanpa dapat diprediksi sebelumnya, kebanyakan orang menemukan diri mereka bergerak dari satu momen ke momen lain – dan setiap momen itu dihubungkan oleh momen dadakan yang pada akhirnya melemparkan Anda ke masa depan. Hal ini mungkin tidak lebih benar daripada masa setahun pacaran kami. Hubungan kami begitu dipenuhi dengan harapan dan sikap optimis dan tidak begitu yakin masa depan seperti apa yang akan kami hadapi, sebagian besar orang merupakan pencari. Apa yang mereka cari adalah seseorang yang spesial – yang akan membantu mereka menentukan masa depan dan menunjukkan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan secara tepat. Masalah yang seringkali dihadapi adalah, kita bertemu dengan orang yang tepat di waktu yang salah dalam hidup kita. Mereka dapat mengasihi kita, kita dapat mengasihi mereka sebagai balasannya – namun pada akhirnya kita membuat keputusan atau melakukan tindakan yang menurut kita tepat pada waktu itu. Lalu suatu hari, kita menemukan diri kita merasa bersalah dan menyesali serta menyadari bahwa terkadang, kata maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan rasa sakit yang telah kita lakukan pada orang lain.
Cerita berikut merupakan sebuah kisah yang umum. Seorang pemuda pemudi bertemu. Mereka jatuh ke dalam luapan emosi yang mereka pikir itu adalah cinta dan akhirnya baik sang pemuda maupun pemudi ingin membawanya ke tingkat yang lebih serius. Mereka mulai membicarakan pernikahan, rumah dan anak-anak. Tiba-tiba, tabel cinta menjadi sangat tidak seimbang dan orang yang lebih dicintai – memiliki keunggulan rahasia atas orang lain. Dan mereka tahu hal yang menurut mereka sangat penting ini ada di sana sedang menanti dirinya untuk mengambil langkah lebih lanjut, untuk bertumbuh hanya dengan mengusahakan segala sesuatunya berjalan dengan baik atau melakukan hal yang benar. Namun, orang ini ragu, ia merasakan potensi lebih yang dimilikinya – dan berjalan dengan itu.
Meskipun mereka tahu bahwa mereka menempatkan hidup orang lain di atas seutas tali, namun mereka senang bahwa ada orang lain yang sedang menunggu mereka. Perasaan nyaman itu begitu menguasai dan sangat adiktif. Yang paling penting, mereka sangat sadar bahwa mereka dicintai; mereka menempatkan cinta dalam penantian – bahkan jika hal itu harus melalui serangkaian hal yang tidak enak dan menyakitkan. Daripada mengucapkan selamat tinggal – mengakhiri hubungan yang mereka jalani, mereka berperilaku dengan cara yang menyakitkan, kasar, dengki dan egois. Mereka berharap entah bagaimana tindakan mereka akan menjelaskan alasannya suatu hari nanti, namun mereka umumnya mengetahui ada seseorang yang selalu menunggu ketika segala sesuau di dalam kehidupan membuat mereka down.
Sementara mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka menikmati perjalanan kekuatan yang dicintai oleh seseorang begitu dalam sehingga rela untuk menunggu. Dan dalam perjalanan ketidakdewasaan ini, mereka berakhir dengan menyakiti orang lain secara menyedihkan. Sayangnya, bahkan ketika hari yang menentukan dan tak terbantahkan itu datang dan pihak yang menunggu telah sampai pada titik akhir kesabaran dan memilih untuk pergi, untuk kebaikan pada kali ini – pihak yang egois ini tidak pernah menyadari tingkat kerusakan yang telah mereka sebabkan. Seringkali, tidak sampai bertahun-tahun kemudian – saat mereka melihat kesalahan yang telah mereka lakukan, pemikiran itu terus mengganggu dan menghantui mereka. Di saat itu, mereka mungkin telah menikah dan memiliki anak dengan orang lain. Mereka mungkin menghidupi kehidupan yang sama yang mereka perjuangkan untuk mereka hindari di masa lalu. Namun, mereka mulai berpikir tentang pasangan mereka di masa lalu dan merasa buruk tentang bagaimana ia memperlakukannya di masa lalu, dan bertanya-tanya akan seperti apakah kehidupan mereka saat ini jika mereka memilih untuk melakukan beberapa hal secara berbeda.
Kenyataan yang menyedihkan adalah kebanyalan orang telah menjadi pihak yang lebih mencintai – atau mereka yang lebih dicintai dalam suatu hubungan – setidaknya sekali dalam hidup kita. Tindakan kita selama waktu itu terkadang menjadi beban dan ada satu titik dalam kehidupan dimana Anda ingin mengatakan Anda menyesal atas apa yang telah terjadi. Kemungkinan yang ada adalah saat itu telah sedikit terlambat.
Jika Anda memikirkan hidup Anda kembali, Anda akan menyadari selama tahun-tahun penuh kegilaan akan kehidupan yang impulsif dan penuh keraguan, ada orang-orang berharga yang melintasi hidup Anda. Mereka membantu untuk membuat tahun-tahun ini begitu menyenangkan dan secara diam-diam memainkan peranan besar akan siapa diri Anda hari ini. Sebut saja sebagai ketidakdewasaan atau ketidakmengertian Anda, kenyataannya kebanyakan dari kita begitu sibuk hidup di masa itu – momen demi momen – sehingga kita jarang menyadari minggu yang berlalu. Jadi saat cinta masuk ke dalam kehidupan kita, walaupun mungkin Anda menyadarinya, namun Anda tidak dapat menerimanya dengan cara yang seharusnya. Hal itu bahkan terjadi pada orang baik sekalipun dan Anda perlu meminta maaf. Namun pada saat Anda ingin meminta maaf, orang ini telah memotong ikatan yang ada di antara kalian karena harus menangani kerusakan emosional yang terjadi dan ia melakukan hal ini tidak lebih sebagai upaya untuk menenangkan diri.
Jadi, bagaimana Anda dapat memperbaiki apa yang telah Anda lakukan – terutama jika melibatkan hati seseorang? Apalagi jika ia adalah seorang yang benar-benar mengasihi Anda? Bahkan jika itu sepertinya telah terjadi di masa lalu! Bagaimana jika sekedar permintaan maaf saja tidaklah cukup?
Dalam beberapa hal, mungkin cukup untuk orang tersebut sekedar tahu bahwa Anda menderita. Mungkin Anda telah menyebabkan rasa sakit hati dalam kehidupan mereka begitu parah sehingga pada titik ini, mereka tidak akan benar-benar peduli jika Anda ditabrak bis. Namun, mengetahui bahwa orang yang telah menyakiti mereka merasa buruk dan bahkan mungkin menyesal, bisa jadi akan sedikit menenangkan kemenangan mereka. Haruskah Anda memburu mereka, mencari mereka di internet – hanya agar Anda dapat memberikan kepuasan akhir kepada mereka? Jawabannya tergantung pada tentang apa permintaan maaf Anda sebenarnya.
Seringkali, hal buruk mengenai permintaan maaf adalah sebagian besar bukan tentang orang yang Anda sakiti. Kebanyakan permintaan maaf berakar dari keegoisan dan rasa bersalah dan hanya diucapkan dalam upaya melepaskan perasaan Anda. Jadi, dalam meminta maaf, Anda sesungguhnya hanya melanjutkan jenis yang sama dari perilaku mementingkan diri sendiri yang membuat Anda memulai segala kekacauan ini. Namun, jika permintaan maaf datang dari kejujuran dengan menyadari rasa sakit yang Anda timbulkan pada orang lain – dan itu berarti ingin memulihkan hatinya daripada perasaan Anda sendiri, Anda mungkin ingin setidaknya untuk mencoba.
Sangat penting juga untuk mempertimbangkan bahwa hanya karena Anda merasa perlu untuk mengatakan Anda menyesal, bukan berarti orang lain akan menerimanya dengan mudah. Dalam hidup, melukai hati seseorang yang mencintai Anda sampai ia merasakan rasa sakit yang amat sangat adalah suatu pelanggaran yang tak dapat dimaafkan. Apakah Anda siap untuk tidak dimaafkan? Sebelum Anda mengirim email atau menelepon, Anda juga harus bertanya-tanya jika Anda muncul dan membangkitkan kembali rasa sakit dalam kehidupan seseorang bukan merupakan suatu jenis usaha sama sekali. Menulis surat atau mengirim email dan mengekspresikan perasaan Anda kepada seseorang yang telah Anda sakiti dapat membangkitkan perasaan yang orang tersebut sebenarnya tidak ingin berurusan dengan hal itu lagi. Dalam hal ini, tentu saja hal itu menjadi tidak adil bagi orang yang Anda sakiti.
Kenyataannya adalah perkataan maaf seringkali tidaklah cukup. Dan tidak ada hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membatalkan hal itu atau melakukan hal-hal yang dapat membuatnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, Anda harus belajar untuk hidup dengan tindakan dan keputusan yang telah dipikirkan terlebih dahulu. Dunia terus berputar dan orang ini yang pernah ada di dalam pikiran Anda bertahun-tahun yang lalu – saat ini terus berputar di dalam pikiran Anda. Mungkin alam semesta sedang mencoba memberitahu Anda sesuatu ketika lagu tertentu sedang diputar di radio dan menghidupkan kembali masa lalu Anda. Anda pun harus memutuskan apakah menghadapi hukuman Anda adalah sesuatu yang dapat Anda atasi atau Anda harus menbersihkan diri dengan membuka dan membuang luka lama yang akan mendatangkan kebaikan. Intinya adalah ada beberapa tindakan yang harus Anda ambil dalam hidup ini, namun yang terlebih penting adalah bagaimana Anda menyadari bahwa setiap tindakan dan keputusan Anda dapat memberi dampak yang besar bagi kehidupan orang lain. Oleh karena itu, hiduplah dengan bijaksana.




















